Humanistic studies? Itu adalah mata kuliah saya di Semester 3.
Saat saya mengetahui ada mata kuliah Humanistic Studies, yang saya pikirkan
saat itu adalah mata kuliah tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
kehidupan manusia. Bagaimana bersosialisasi antar manusia, ini sangat penting
buat diri saya. Terkadang saya sulit untuk menempatkan posisi saya saat berada
di suatu perkumpulan yang baru saya ikuti.
Saat memasuki kelas pertama Humanistic Studies, saya dan
teman-teman di tanyakan oleh dosen “siapa yang berasal dari Jawa, Sumatera, dan
Kota lainnya?”. Di situ dengan yakin kami menjawab “saya orang Jawa, Padang,
dan yang lain”. Tapi ada salah satu teman kami yang menjawab bahwa dia bingung
dia itu asli dari mana, karena memiliki asal orang tua yang berbeda, serta
tempat tinggal yang berbeda. Lalu saya berpikir bahwa ternyata saya sama dengan
dia. Sehingga pada mata kuliah Humanistic studies, kami dapat mengetahui apa
identitas kami yang sebenarnya.
Dalam Humanistic Studies juga akan disinggung mengenai
persoalan agama secara umum. Saat menyinggung kata agama, saya merasa ragu
bahwa ini akan dibahas dalam mata kuliah ini. Sejak saya sekolah sampai Sekolah
Menengah Atas, saya selalu belajar agama dengan yang seagamanya saja. Sedangkan
di kelas Humanistic Studies, ada beragam macam agama yang berbeda, apa nantinya
tidak akan menimbulkan kontroversi antar agama? Itulah pertanyaan yang timbul
dalam hati saya saat itu, bahkan sampai sekarang. Sehingga membuat saya
penasaran untuk pertemuan berikutnya pada mata kuliah Humanistic Studies.
Akhir-akhir ini semakin banyak kericuhan antar kampung, antar
suku, bahkan antar agama. Pernah di dekat daerah rumah saya, ada yang membakar
semua toko yang dimiliki oleh orang Madura, itu disebabkan oleh kesalahpahaman
antara orang Madura dengan orang Jawa. Sangat disayangkan kalau ada
permasalahan seperti itu. Dengan humanistic studies, saya dapat mengetahui
bagaimana bersosialisasi dengan yang berbeda suku dan agama dengan saya. Sehingga
permasalahan yang terjadi diatas tidak terjadi kembali.
